MOMO BIDET, Inovasi Dosen IPB University untuk Tingkatkan Higienitas Kandang Sapi Perah dan Kurangi Faktor Risiko Mastitis

GARUT, 22 Oktober 2026 – Tim dosen IPB University memperkenalkan dan mendemonstrasikan MOMO BIDET, inovasi sistem pembersihan kandang sapi otomatis yang dikembangkan untuk mendukung kebersihan lingkungan peternakan sapi perah. Kegiatan berlangsung bersama Kelompok Peternak Sapi Perah Karya Muda Mandiri di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Kamis (22/10/2026), melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Pulang Kampung IPB University Tahun 2026.
Program bertajuk “Peningkatan Higienitas dan Efisiensi Pengelolaan Kandang Sapi dengan Sistem IoT Berbasis Sensor Deteksi Metana dan Otomatisasi Pembersihan di Kab. Garut” ini diketuai oleh Sachnaz Desta Oktarina, Ph.D. Tim pelaksana juga melibatkan Prof. Anang Kurnia, M.Si. dan Dr. Agus M. Soleh, M.Si. dari School of Data Science, Mathematics, and Informatics (SSMI); Windi Al Zahra, Ph.D. dari Fakultas Peternakan; serta Dr. Deny Setyo Wibowo, DVM dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University.
Berangkat dari Tantangan Higienitas dan Kesehatan Ambing
Inovasi MOMO BIDET dilatarbelakangi oleh tantangan menjaga higienitas kandang sapi perah pada peternakan rakyat. Pembersihan yang masih mengandalkan pekerjaan manual dapat menyita waktu dan tenaga, sementara penumpukan kotoran serta kondisi kandang yang lembap berpotensi meningkatkan paparan ternak terhadap mikroorganisme di lingkungan.
Salah satu persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai adalah mastitis, yaitu peradangan pada ambing sapi yang sering berkaitan dengan infeksi. Kondisi lingkungan kandang yang kurang bersih dapat menjadi salah satu faktor risiko mastitis lingkungan, di samping faktor lain seperti kebersihan pemerahan dan kesehatan ternak. Mastitis dapat berdampak pada produksi serta mutu susu dan meningkatkan biaya penanganan bagi peternak.
Karena itu, kebersihan kandang yang terjaga secara konsisten merupakan bagian dari upaya pencegahan, bersama praktik pemerahan higienis dan pengawasan kesehatan ambing. MOMO BIDET dirancang untuk membantu aspek pengelolaan kebersihan tersebut, bukan sebagai alat pengobatan mastitis.
Demonstrasi Pembersihan Otomatis dan Pemantauan Berbasis IoT
Dalam sosialisasi yang telah dilaksanakan, tim memperagakan cara kerja sistem pembersihan kandang otomatis dan memperkenalkan pemanfaatan sensor deteksi metana yang terhubung dengan pendekatan Internet of Things (IoT). Demonstrasi memberi kesempatan kepada anggota kelompok peternak untuk mengamati fungsi teknologi secara langsung dan mendiskusikan kebutuhan penerapannya di lapangan.
Otomatisasi pembersihan ditujukan untuk membantu peternak menjalankan pekerjaan rutin secara lebih efisien, sedangkan pemantauan berbasis sensor membuka peluang pengelolaan kondisi lingkungan kandang secara lebih terukur. Besarnya penghematan waktu, perubahan kondisi lingkungan, maupun dampak terhadap kejadian mastitis masih memerlukan pengukuran dan evaluasi lanjutan sebelum dapat dinyatakan sebagai hasil penerapan.

Kolaborasi Keilmuan untuk Peternakan Rakyat
Keterlibatan dosen dari bidang statistika dan sains data, peternakan, serta kedokteran hewan memperkuat pendekatan multidisiplin dalam program ini. Aspek pengukuran dan pemanfaatan data, kesesuaian dengan praktik pemeliharaan sapi perah, dan perhatian pada kesehatan hewan menjadi pertimbangan dalam pengembangan serta pendampingan pemanfaatan teknologi.
Kelompok Peternak Sapi Perah Karya Muda Mandiri menjadi mitra masyarakat dalam kegiatan sosialisasi dan demonstrasi. Diskusi dengan peternak menjadi bagian penting untuk memahami tantangan operasional, kemudahan penggunaan, dan kebutuhan penyesuaian teknologi pada skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui Program Dosen Pulang Kampung, IPB University berupaya mendekatkan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan MOMO BIDET diharapkan menjadi salah satu langkah menuju pengelolaan kandang sapi perah yang lebih higienis, efisien, dan adaptif terhadap teknologi, dengan evaluasi manfaat secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Hibah Nomor 2430/IT3.L.P19/PM.01/M/T/2026.(sdo)

