IPB University Fasilitasi Mahasiswa Kasetsart University Belajar dari Masyarakat Desa Bantar Karet

IPB University Fasilitasi Mahasiswa Kasetsart University Belajar dari Masyarakat Desa Bantar Karet

IPB Today

Ada hal berbeda dari gelaran Summer Course yang dihelat Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB University tahun ini. Jika biasanya kegiatan hanya diisi dengan aktivitas di ruang kelas, kini rangkaiannya lebih hidup dan bermakna.

Summer course tahun ini memadukan perkuliahan, interaksi budaya, dan kunjungan lapangan. Selama dua pekan berlangsung, peserta yang terdiri dari mahasiswa IPB University dan Kasetsart University Thailand, turut mengunjungi desa, ikut serta dalam kegiatan masyarakat lokal, berkemah, hingga merayakan malam budaya bersama.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan bagi para peserta internasional, salah satunya Chonnica Bonnak dari Kasetsart University, Thailand. Ia mengaku sangat senang bisa terlibat dalam program ini.

“Sejujurnya, ini adalah momen yang luar biasa bagi saya dan teman-teman dari Thailand. Sejak hari pertama kami tiba di Indonesia, kami disambut dengan sangat hangat hingga membuat kami merasa seperti di rumah sendiri. Kami sama sekali tidak merasakan yang namanya homesick,” ceritanya.

Pada pekan pertama, peserta mengikuti perkuliahan dengan narasumber dari berbagai universitas internasional, di antaranya Wageningen University and Research (Belanda), Reading University (Inggris) dan Australian National University. Materi mencakup strategi komunikasi, inovasi sosial, hingga tata kelola sumber daya alam yang relevan di era digital.

Pekan kedua menjadi momen peserta terjun langsung ke lapangan. Mereka menginap di rumah warga Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat setempat.

Selanjutnya, peserta melanjutkan kunjungan ke Salam Community Hub di Kota Bogor, tempat mereka berkemah sekaligus mempelajari langsung praktik-praktik pengembangan masyarakat yang telah berhasil diterapkan. Di sini, peserta juga menampilkan kesenian dan tradisi dari negara masing-masing.

“Summer course ini merupakan contoh nyata dari visi Fakultas Ekologi Manusia (Fema), menjembatani ilmu pengetahuan dengan masyarakat, mendorong pendekatan partisipatif, dan mengembangkan solusi yang berpusat pada manusia,” ungkap Dekan Fema IPB University, Prof Sofyan Sjaf.

“Dengan mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang dan negara, kami tidak hanya berbagi pengetahuan ilmiah, tetapi juga menumbuhkan pemahaman lintas budaya serta solidaritas global,” tuturnya lagi.

Program ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama lintas budaya, serta membawa nilai-nilai komunikasi dan inovasi sosial ke dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. (*/Rz)