Transformasi Struktur dan Tata Kelola Organisasi, Rektor IPB University Melantik 35 Pejabat Baru

Transformasi Struktur dan Tata Kelola Organisasi, Rektor IPB University Melantik 35 Pejabat Baru

IPB Today

Rektor Dr Alim Setiawan Slamet, melantik 35 pejabat struktural baru di lingkungan IPB University. Prosesi pelantikan berlangsung di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Jumat (30/1).

Dalam sambutannya, Dr Alim menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan momentum strategis transformasi organisasi IPB University dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Tantangan tersebut mencakup disrupsi teknologi, krisis pangan dan kesehatan global, perubahan iklim, hingga meningkatnya tuntutan tata kelola berkelanjutan serta ekspektasi publik terhadap peran perguruan tinggi.

“Transformasi ini kita jalankan dengan satu tujuan utama, yaitu memperkuat relevansi, meningkatkan dampak, dan memastikan keberlanjutan IPB University sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang berakar kuat pada kebutuhan bangsa dan masa depan,” ujar Dr Alim.

Rektor menekankan bahwa jabatan yang diemban para pejabat baru merupakan amanah transformasi yang menuntut kepemimpinan adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Para pejabat diharapkan tidak hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan dan meningkatkan mutu layanan IPB University bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Ini bukan sekadar jabatan administratif. Saya berharap para pejabat mampu membangun kolaborasi, berani melakukan inovasi, serta terus meningkatkan kualitas layanan IPB University,” tegasnya.

Transformasi Organisasi
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan sejumlah langkah strategis transformasi organisasi. Pertama, penggabungan Fakultas Kedokteran dan Gizi sebagai penguatan paradigma one health dan life-course approach. Integrasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ilmu kedokteran dan gizi yang terintegrasi, berbasis biosains tropika, serta berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.

Kedua, integrasi Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi, Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Tani dan Nelayan Center, serta IPB Jonggol Innovation Valley. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem inovasi secara menyeluruh, mulai dari riset dan pengembangan teknologi, hilirisasi inovasi, hingga pemberdayaan masyarakat tani dan nelayan.

“IPB tidak boleh berjalan secara sektoral. Kita harus hadir sebagai satu ekosistem utuh yang menyambungkan laboratorium dengan lapangan, serta inovasi dengan kesejahteraan masyarakat,” sambung Rektor.

Ketiga, integrasi fungsi halal ke dalam Lembaga Riset Internasional (LRI) Pangan, Gizi, dan Kesehatan, yang kini diperluas menjadi LRI Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal. Menurut Rektor, halal bukan sekadar isu sertifikasi, melainkan bagian dari sains, kesehatan, etika, dan kepercayaan publik global.

Langkah strategis lainnya meliputi pembentukan Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus, serta perluasan fungsi Kantor Manajemen Risiko menjadi Kantor Tata Kelola dan Manajemen Risiko sebagai wujud penguatan good university governance dan implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Selain itu, IPB University juga memperluas fungsi pengelolaan Kampus Sukabumi, yang kini tidak hanya mengelola kawasan fisik, tetapi juga mengoordinasikan kegiatan pembelajaran seiring berkembangnya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Menutup sambutannya, Rektor IPB University berpesan agar para pejabat baru menjunjung tiga nilai utama, yaitu integritas dalam tata kelola, keberanian dalam berinovasi, dan kepekaan terhadap dampak sosial.

“Transformasi organisasi tidak akan berhasil tanpa kepemimpinan yang kolaboratif, adaptif, dan sungguh-sungguh memastikan kesejahteraan warganya,” pungkasnya. (AS)