IPB University Siapkan Tonggak Awal Global South University Network 2026

IPB University Siapkan Tonggak Awal Global South University Network 2026

IPB Today

IPB University menetapkan tahun 2026 sebagai tonggak awal keterlibatan aktif dalam Global South University Network. Rektor IPB University, Prof Arif Satria, menegaskan pentingnya persiapan matang agar Indonesia siap memimpin jejaring kepemimpinan perguruan tinggi dunia selatan pada 2027 mendatang.

“Tahun 2026 menjadi milestone penting untuk memulai, menata, dan memperkuat engagement global,” ujar Prof Arif saat Musyawarah Perencanaan dan Pengembangan (Musrenbang) 2026 di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Selasa (24/9).

Menurut Prof Arif, strategi internasional IPB University harus dilakukan secara tersegmentasi dan terarah. Untuk perguruan tinggi papan atas, fokus utama adalah kolaborasi riset. Sementara perguruan tinggi menengah akan diarahkan pada student exchange dan kolaborasi pendidikan. Adapun untuk perguruan tinggi di level bawah, IPB University siap memberikan pendampingan dan masukan riset.

“Negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini, Vanuatu, Tonga, hingga Laos dan Myanmar akan kita sasar. Kita siapkan program beasiswa, khususnya bagi calon dosen, sebagaimana dulu Filipina melalui UPLB (Universitas Filipina Los Baños) berhasil membangun jaringan pendidikan regional,” paparnya.

Prof Arif juga menegaskan pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa asing. “Target 2026 bukan lagi 400, tapi 1.000 mahasiswa internasional. Itu harus kita capai dengan strategi pemasaran yang tepat serta dukungan berbagai skema beasiswa internasional,” tegasnya.

Selain itu, IPB University akan memperkuat forum inovasi dan kepemimpinan untuk mengokohkan posisi sebagai rujukan global dalam manajemen inovasi.

Sejalan dengan agenda global, IPB University juga menyiapkan transformasi internal dengan tiga fokus utama: keberlanjutan (sustainability), transformasi, dan resiliensi.

Untuk aspek sustainability, IPB University menargetkan penyelesaian blueprint Green Campus pada 2025, meliputi modernisasi transportasi, manajemen sampah, energi hijau, hingga pengelolaan air.

“Tidak hanya infrastruktur, tapi juga pembangunan sustainability mindset dan green behavior di kalangan mahasiswa maupun dosen,” jelas Prof. Arif.

Pada aspek transformasi, IPB University akan mengarusutamakan pemanfaatan artificial intelligence (AI) di bidang pendidikan, riset, dan talent management.  “AI bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Dengan AI, pemetaan talenta yang dulu butuh seminggu, kini bisa dilakukan dalam 10 menit dengan hasil yang lebih akurat,” ungkapnya.

Di bidang infrastruktur, IPB University sedang menyiapkan pembangunan laboratorium riset canggih (Advanced Research Laboratory) yang bekerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA), asrama mahasiswa, serta modernisasi teaching laboratory

Menutup arahannya, Prof Arif menekankan pentingnya kontribusi IPB University dalam menciptakan “keberkahan global”.

“Selama ini kita menciptakan keberkahan lokal. Kini saatnya kita berbagi di level global, membangun solidaritas dengan negara-negara berkembang, dan berkontribusi nyata dalam Global South University Network,” pungkasnya. (AS)